Featured Image

Apakah Tuhan Kita Masih Sama?

Kau mengajakku bertemu di kedai kopi sore itu. Kita berdua duduk di dekat jendela. Kopiku, juga tehmu mengepulkan asapnya membumbung di udara. Menggelora. Kau hanya terdiam memandangi kopiku dengan segurat rasa kecewa. Aku tahu kau heran, mengapa aku masih meminum bubuk-bubuk surgawi itu meski entah sudah berapa kali kau menasehatiku. Aku juga tahu kau sudah… Read more »