Aku wanita. Usiaku 23 tahun. Aku sudah lulus kuliah. Sudah pula bekerja di tempat yang cukup bagus. Kompilasi hal-hal inilah yang menyebabkan setiap kerabat yang bertemu denganku selalu berkata atau bertanya : “Kapan nikah?”. Bahkan, pernah suatu hari saat aku melakukan piknik berupa Spa di kampung halamanku, Semarang, tiba-tiba sang terapist bertanya dengan indahnya : “Mbaknya mau married, ya?”. Huh? Kamu pikir perawatan semacam ini hanya layak dilakukan oleh orang yang mau dan akan menikah dalam waktu dekat. Mbak terapist, tak bilangin yo, aku cuma pingin ngrasain pijet biar pegel-pegel naik sepur semalam hilang. Juga biar badan rasanya enteng dan bersih. Buat siapa? Ya buat diriku sendiri. Semua aku lakukan dari aku sendiri, oleh aku sendiri, karena aku sendiri dan untuk aku sendiri. Tiada tujuan lain. Apa salah?

Enggak, aku enggak nyinyir. Aku hanya ingin menjawab semua pertanyaan (atau pernyataan?) itu secara seketika dan sekaligus.

Dear kawanku, kuberitahu satu hal : Aku belum tentu menikah.

Ya, aku belum tentu menikah. Aku belum tentu menikah bukan karena aku ingin menjadi pengabdi dan pelayan Tuhan yang suci dan tidak mau dipusingkan masalah hubungan antara suami-istri. Bukan. Aku hanya manusia yang tidak begitu suci, yang menjalani hidup ini biasa saja dan mengalir saja seperti air di pegunungan yang mencari jalan untuk bertemu dengan jati dirinya yang agung dalam luasnya samudra.

Aku belum tentu menikah. Aku belum pasti menikah. Bukan aku pasti tidak menikah...

Aku belum tentu menikah. Aku belum pasti menikah. Bukan aku pasti tidak menikah…

Aku belum tentu menikah, artinya aku belum pasti menikah. Bukan berarti aku pasti tidak menikah. Simple saja, aku hanya manusia biasa yang bersimbah dosa dan hina dina yang tidak punya daya untuk menetapkan ke”tentu”an dan ke”pasti”an dari segala sesuatu. Aku tidak tahu apakah sesuatu itu tentu atau pasti terjadi sebelum suatu keterjadian benar-benar terjadi. Apa kamu sendiri bisa memastikan bahwa kamu pasti menikah nantinya? Siapa yang bisa memastikan pernikahanmu akan terjadi nantinya? Tidak ada.

Tidak ada manusia yang pasti menikah atau pasti tidak menikah di dunia ini. Yang ada, hanyalah manusia yang belum tentu/ belum pasti/ belum menikah dan manusia yang sudah menikah saja.

Bahkan ketika pernikahanmu akan terjadi dalam hitungan hari, jam, menit atau bahkan tinggal beberapa detik lagi. Siapa yang bisa memastikan kamu dan pasanganmu masih diberi detak oleh Semesta sampai kamu mengalami hal yang pernah kamu sebut dengan “pasti”? Tidak ada. Siapa yang dapat memastikan bahwa kamu atau pasanganmu masih diberi ketidakraguan yang sama untuk mengikrarkan janji suci pernikahan? Tidak ada.

I Called Off My Wedding

Ingatlah sesuatu kawanku, segala sesuatu itu pada dasarnya belum tentu atau belum pasti atau belum terjadi. Yang membuatnya tentu atau pasti atau telah terjadi hanyalah keterjadiannya sendiri.

 

Kira-kira demikian.

 

(Visited 368 times, 1 visits today)

Written by Dilbar Sarasvati

Siapa saya dan saya siapa? Mari kita cari tahu kesejatian diri kita bersama-sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *