Selama dua hari ini aku sakit muntaber. Yeah, muntaber, benar sekali kalian tak salah baca. Selama dua hari pula, dari matahari terbit sampai terbenam kemudian bulan dan bintang bermunculan, saya disarankan oleh dokter untuk makan yang lembek-lembek : bubur. Entah mengapa, tiba-tiba saya bosan bedrest di kamar, dan entah mengapa pula saya tiba-tiba carving sushi.

Saya ingat bahwa ada tempat makan sushi yang legendaris dan tempatnya nyempil di pedalaman rawamangun, namanya Hiroya Japanese Restaurant. Tempat ini terletak di Jalan Anggrek No.33, daerah belakang Swalayan Tip Top Rawamangun. Lumayan pelosok memang, jika bukan penggemar sushi sesungguhnya dan segigihnya pasti enggan untuk mencari tempat ini. Apalagi untuk yang domisilinya tidak di daerah seputar rawamangun, pasti lebih memilih ke tempat makan sushi yang ngehitz dan mudah ditemukan seperti Sushi Tei, misalnya.

Berhubung domisili saya di sekitar rawamangun, saya memutuskan untuk mencari dimana Hiroya Japanese Restaurant berada. Berbekal google maps dan kepercayaan diri, saya akhirnya berhasil menemukannya.

Ternyata tempatnya cukup mudah ditemukan…

Hiroya Japanese Restaurant 1

Pokoknya letaknya di simpang jalan, jadi cukup mudah ditemukan…

Oh ya, ada 2 restaurant di tempat ini ya, jangan salah masuk pintu ya.

Pintu Masuk Hiroya Japanese Restaurant

Jangan salah masuk pintu, ya…

Saya kemudian memilih tempat duduk dan memilih-milih menunya. Dan saat membuka buku menunya, Sang Owner terpampang disitu sembari tersenyum dan melontarkan beberapa (atau banyak?) patah kata.

Sambutan Pemilik Hiroya Japanese Restaurant

Sang owner dan sambutannya,,,

Entah kenapa seketika itu saya yakin sama rasa dan kualitas makanannya. Kita semua tahulah betapa perfectionist-nya orang Jepang.

Tadinya, saya pingin sekali memesan sushi moriewase seharga Rp 65,000, tapi saya penasaran sama sushi yang namanya ke Indonesiaan sekali : prikitiw. Alhasil, gugurlah keinginan saya akan sushi moriewase dan timbullah keinginan baru saya untuk memesan sushi prikitiw. Akhirnya setelah cap cip cup belalang kuncup, saya memesan garuda sushi, tamago sushi dan prikitiw sushi. Dan ternyata prikitiw ini pedas, karena mbak-mbak waitress-nya menanyakan tingkat kepedasan. Mengingat saya habis muntaber dan saya berkeinginan kuat untuk mencicipi, saya nekat saja memesan prikitiw dengan tingkat kepedasan sedang. Untuk minumnya, saya bodoh sekali karena kebiasaan tiba-tiba langsung nyelonong ngomong : “Ocha dingin.”. Kemudian, ketika dia datang, sesal pun menjelma. Karena minuman yang saya pesan seharusnya adalah Umacha (Japanese Plum Tea), huhuks.

Tapi tak mengapa, next saya akan berkunjung kembali dan merasakan enaknya.

Disela-sela menunggu sushi, saya melihat sepasang kekasih membuka laptop dan berbincang santai agak lama dan kemudian insting pencari internet gratis saya timbul. Saya langsung mengecek HP dan ternyata ada wifi-nya dan tanpa password. Saya yang kebetulan membawa laptop langsung mengeluarkan laptop dan menyalakannya. Tak berapa lama setelah adegan itu, pesanan sushi saya datang seketika dan sekaligus. Ah, saya suka sekali pelayanannya, cepat, tepat dan cermat.

Pesanan saya datang...

Pesanan saya datang…

Dan sushinya, enak, sekejap abis langsung. Sedih, padahal saya ingin berlama-lama disini menikmati wifi gratis. Saya pun, memanggil waitress dan meminta buku menu lagi dan minta refill ocha dingin. Setelah bingung memilih, dan saya ternyata sudah kenyang, akhirmya saya memesan miso soup.

Di sela-sela berlaptop ria, sudah ada sekitar 3-4 abang gojek yang keluar masuk memesan makanan. Dan ternyata memang Hiroya Sushi ini sudah ada di Go-Food, lho. Asik banget, kan?

Abang Gojek Memesankan Makanan Pelanggan

Bagi kamu dengan radius 25 km dari sini bisa memesan dan mencoba makanan serta minumannya hanya dengan ongkos Go-Food Rp 15.000. Asik kan?

Tak berapa lama, miso soup saya datang, ini dia penampakannya.

Miso Soup Hiroya Japanese Restaurant

Seperti miso soup pada umumnya…

Saya berusaha menghabiskan miso soup selama-lamanya, supaya bisa bersemedi disini menulis dan internetan. Disini enak tempatnya, tenang dan jauh dari hiruk pikuk lalu lintas kendaraan dan klaksonnya yang lumayan bikin lu manyun.

Oh ya, pas mau pulang, saya baru menyadari kalau Hiroya Japanese Restaurant ini punya delivery servicenya sendiri. Jadi gak harus via Gojek lho…

Delivery Order bisa telepon ke sini ...

Delivery Order bisa telepon ke sini …

Anyway, gak tahu kenapa ya, aku suka banget tempat ini dan aku berjanji akan datang kembali…

Kira-kira demikian.

(Visited 988 times, 1 visits today)

Written by Dilbar Sarasvati

Siapa saya dan saya siapa? Mari kita cari tahu kesejatian diri kita bersama-sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *